Minggu, 12 Mei 2013

Berburu Senja di Furama Café




Hari ini adalah Hari kedua dalam schedule acara kami. Di sana tertera dua tempat kunjungan yang harus kami datangi, yaitu Fakultas sastra Universitas Udayana dan juga Desa adat panglipuran Bali. setelah berkunjung di dua tempat tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju jimbaran untuk makan malam kami.

Sedikit bocoran dari Tour Leader (TL), makan malam kami akan di tempatkan di Pantai Jimbaran, dengan menikmati suasana sunset bersama Spesial Grilled Ala Seafood Indonesia yang bertempat di Furama Café. iming-iming tempat dan suasana yang romantis membuat kami berimajinasi sepanjang perjalan seperti apa gerangan tempat yang di ceritakan.

Lama perjalanan sekitar 2-3 jam dari desa panglipuran menuju Jimbaran, tidak macet adalah harapan kami sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan, karena sunset yang tidak ingin kami lewatkan ketika kami sampai disana. untuk menghilangkan bosan, kami di putarkan film Fast Five yang dibintangi oleh … dan di sutradarai oleh …

Hanya melihat sebentar saja, karena film yang diputar sudah pernah aku lihat. Perhatianku kemudian beralih ke kamera Canon 1100D milik temanku yang aku bawa selama acara PKL (Praktek Kerja Lapang). Dari balik jendela bus aku memotret sesuatu yang aku anggap aneh dan jarang aku temui, hingga akhirnya hanya dua jepretan saja yang aku dapatkan.

Tidak lama aku bermain-main dengan kamera itu, hingga tanpa sadar aku sudah tertidur setengah perjalanan menuju Jimbaran. Hanya beberapa meter sebelum sampai, aku terbangun oleh suara Cok willy preketek ketek tour guide kami yang menyuruh bersiap-siap turun sebelum bus di parkirkan.

Turun dari bus kami di sambut pemandangan senja yang begitu indah, detik detik dimana matahari akan menenggelamkan diri. Kapal-kapal nelayan tertata rapi tidak jauh dari tepi pantai, seperangkat meja kursi berderet menuju bibir pantai, dengan iringan musik pantai dan lilin-lilin kecil yang menghiasi meja, semakin mendukung suasana menjadi lebih harmoni.

satu per satu kami mulai meletakan tas di beberapa kursi yang kosong sebagai tanda itu tempat kami, tanpa menunggu lama kamera yang ku pegang mulai menjepret view indah di tempat itu, hingga kembali pada pekerjaanku sebagai tukang photo.

Tak ingin ketinggalan, banyak dari anak-anak ingin di abadikan gambarnya di tempat itu, satu per satu mulai mengantri dan menunjukan gaya mereka masing-masing. Dari yang sendirian sampai bersama-sama, memenuhi kamera hingga pada titik akhir sang surya mulai menyembunyikan diri.

Selesai berfoto-foto, kami kembali ke meja makan yang telah tersedia. Di sana sudah tertata rapi dengan beberapa sajian, per orang akan mendapatkan satu piring penuh seafood yang terdiri dari ikan bakar, kerang dengan bumbu enaknya, tiga buah udang bakar dalam satu tusuk, dengan se-iris jeruk nipis dan juga tomat sayur. Untuk minumanya satu botol kecil air mineral dan segelas es lemon, lalu beberapa potong semangka sebagai pencuci mulutnya.

Dari segi tempat memang sangat bagus, makan malam dengan di sambut sunset dari kejauhan, di dukung dengan keberadaanya di pinggir pantai, dan juga lilin-lilin kecil di setiap meja, dengan pelayanan mengambil sendiri berapa banyak nasi yang akan kita makan. Dengan di hibur iringan music dari sound system atau tarian-tarian bali jika memang beruntung.

Memang kesempatan yang sangat jarang sekali kita dapatkan, menikmati kebersamaan dengan teman satu angkatan, hingga berburu senja di Pantai Jimbaran untuk makan malam. Meskipun
ada sedikit perasaan tidak tenang akan kebenaran berita yang baru saja aku dapatkan. 


Tidak ada komentar: