Hari ini adalah Hari kedua dalam schedule acara kami. Di sana
tertera dua tempat kunjungan yang harus kami datangi, yaitu Fakultas sastra
Universitas Udayana dan juga Desa adat panglipuran Bali. setelah berkunjung di
dua tempat tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju jimbaran untuk makan
malam kami.
Sedikit bocoran dari Tour Leader (TL), makan malam kami akan
di tempatkan di Pantai Jimbaran, dengan menikmati suasana sunset bersama
Spesial Grilled Ala Seafood Indonesia yang bertempat di Furama Café.
iming-iming tempat dan suasana yang romantis membuat kami berimajinasi
sepanjang perjalan seperti apa gerangan tempat yang di ceritakan.
Lama perjalanan sekitar 2-3 jam dari desa panglipuran menuju
Jimbaran, tidak macet adalah harapan kami sepanjang perjalanan menuju tempat
tujuan, karena sunset yang tidak ingin kami lewatkan ketika kami sampai disana.
untuk menghilangkan bosan, kami di putarkan film Fast Five yang dibintangi oleh
… dan di sutradarai oleh …
Hanya melihat sebentar saja, karena film yang diputar sudah
pernah aku lihat. Perhatianku kemudian beralih ke kamera Canon 1100D milik
temanku yang aku bawa selama acara PKL (Praktek Kerja Lapang). Dari balik
jendela bus aku memotret sesuatu yang aku anggap aneh dan jarang aku temui,
hingga akhirnya hanya dua jepretan saja yang aku dapatkan.
Tidak lama aku bermain-main dengan kamera itu, hingga tanpa
sadar aku sudah tertidur setengah perjalanan menuju Jimbaran. Hanya beberapa
meter sebelum sampai, aku terbangun oleh suara Cok willy preketek ketek tour
guide kami yang menyuruh bersiap-siap turun sebelum bus di parkirkan.
Turun dari bus kami di sambut pemandangan senja yang begitu
indah, detik detik dimana matahari akan menenggelamkan diri. Kapal-kapal nelayan
tertata rapi tidak jauh dari tepi pantai, seperangkat meja kursi berderet
menuju bibir pantai, dengan iringan musik pantai dan lilin-lilin kecil yang
menghiasi meja, semakin mendukung suasana menjadi lebih harmoni.
satu per satu kami mulai meletakan tas di beberapa kursi yang
kosong sebagai tanda itu tempat kami, tanpa menunggu lama kamera yang ku pegang
mulai menjepret view indah di tempat itu, hingga kembali pada pekerjaanku
sebagai tukang photo.
Tak ingin ketinggalan, banyak dari anak-anak ingin di abadikan
gambarnya di tempat itu, satu per satu mulai mengantri dan menunjukan gaya
mereka masing-masing. Dari yang sendirian sampai bersama-sama, memenuhi kamera
hingga pada titik akhir sang surya mulai menyembunyikan diri.
Selesai berfoto-foto, kami kembali ke meja makan yang telah
tersedia. Di sana sudah tertata rapi dengan beberapa sajian, per orang akan
mendapatkan satu piring penuh seafood yang terdiri dari ikan bakar, kerang
dengan bumbu enaknya, tiga buah udang bakar dalam satu tusuk, dengan se-iris jeruk
nipis dan juga tomat sayur. Untuk minumanya satu botol kecil air mineral dan
segelas es lemon, lalu beberapa potong semangka sebagai pencuci mulutnya.
Dari segi tempat memang sangat bagus, makan malam dengan di
sambut sunset dari kejauhan, di dukung dengan keberadaanya di pinggir pantai,
dan juga lilin-lilin kecil di setiap meja, dengan pelayanan mengambil sendiri
berapa banyak nasi yang akan kita makan. Dengan di hibur iringan music dari
sound system atau tarian-tarian bali jika memang beruntung.
ada sedikit perasaan tidak tenang akan kebenaran berita yang baru saja aku dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar